header besar

Referral Banners Referral Banners Referral Banners

Halaman Saya

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

CARA MENGGUNAKAN DEEP FREEZE

Pada postingan kali ini saya akan membahas cara menggunakan deep freeze dengan menginstall dan menguninstall deepfreeze pada sistem operasi Windows XP, untuk sistem operasi yang lain seperti mac, linux, dsbnya tidak saya bahas, silahkan anda coba sendiri. Sebelumnya Download terlebih dahulu Master Deep freeze untuk windows di situs faronics.com. Selanjutnya
-  Setelah di download, jalankan atau klik dua kali pada Master Deep Freeze
-  Selanjutnya pilih partisi hardisk yang akan di bekukan, saran saya pilih satu saja yaitupada partisi sistem operasi windows biasanya di C:, kemudian klik Install
-  Pilih accept, kemudian next
-  Selanjutnya klik finish, komputer akan restart. Tunggu sebentar sampai keluar gambar berikut
-  Untuk mengatur penggunaan deep freeze seperti password, status, dsbnya , klik yes pada gambar diatas atau tekan Shift dan klik dua kali pada gambar deep freeze di taskbar-  Karena passwordnya masih kosong langsung kli saja OK. Klik di tab password untuk memberi password pada deep freeze, kemudia klik Ok.
-  Sampai disini anda telah berhasil menginstall deep freeze pada komputer dan telah diberi password, Untuk mematikan fungsi deep freeze, login ke deep freeze menggunakan cara no.5 atau tekan Ctrl + Shift +alt + F6 kemudian pilih pada tab Boot Control “Boot Thawed”. Klik Ok dan restart komputer.
-  Jika gambar ini telah muncul ditaksbar maka fungsi deep freeze telah dimatikan, untuk mengembalikan fungsi deep freeze ke keadaan semula login ke deep freeze, pilih tab Boot Control dan pilih “Boot Frozen“. Atau bisa juga mengatur mematikan fungsi deep freeze setelah beberapa kali restart dan mengembalikan ke keadaan semula, pada tab Boot Control pilih “Boot Thawed on next“.
-  Untuk menguninstall deep freeze, matikan terlebih dahulu status deep freeze menggunakan cara no. 7, kemudian gunakan master deep freeze yang sebelumnya di gunakan untuk menginstall deep freeze .
Semoga bermanfaat.. yaaa :)

Kamis, 15 Desember 2011

10 Langkah Setting Router Sederhana Menggunakan MikroTik

Contoh Kasus :
PC CLient — > Switch –> Router —> Internet
IP PUBLIC : x.y.z.pub/29
DNS : x.y.z.dns1 dan x.y.z.dns2
Gateway : x.y.z.gw
IP address LOCAL ROUTER : 192.168.100.1/24
IP address Client : 192.168.100.2/24 
Catatan : Sesuaikan Hardware, IP Address, DNS, Gateway dengan yang anda miliki
Hardware :
Router : RouterBoard 1000 (Mikrotik v3,19 Stable)
Mikrotik RB1000
Mikrotik RB1000
Switch : D-Link DES-3026 Ethernet Switch
D-Link DES-3026 Ethernet Switch
D-Link DES-3026 Ethernet Switch
PC Client : PowerBook G4
Powerbook G4
Powerbook G4
Setting ROUTER
1. Ganti default password Mikrotik
[admin@titik.org] > /user set admin password=whatever
2. Rename ethernet name :
[admin@titik.org] > /interface print
Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
# NAME TYPE MTU
0 R ether1 ether 1500
1 ether2 ether 1500
2 ether3 ether 1500
3 R ether4 ether 1500
[admin@titik.org] > /interface set ether1 name=IP-LOCAL
[admin@titik.org] > /interface set ether4 name=IP-PUBLIC
[admin@titik.org] > /interface print
Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
# NAME TYPE MTU
0 R IP-LOCAL ether 1500
1 ether2 ether 1500
2 ether3 ether 1500
3 R IP-PUBLIC ether 1500
3. Setting IP Address
[admin@titik.org] > /ip address add address=x.y.z.pub/29 interface=IP-PUBLIC
[admin@titik.org] > /ip address add address=192.168.100.1/24 interface=IP-LOCAL
[admin@titik.org] > /ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 x.y.z.pub/29 x.y.z.168 x.y.z.175 IP-PUBLIC
1 192.168.100.1/24 192.168.100.0 192.168.100.255 IP-LOCAL
4. Setting Gateway
[admin@titik.org] > /ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY-STATE GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC x.y.z.168/29 x.y.z.pub 0 IP-PUBLIC
1 ADC 192.168.100.0/24 192.168.100.1 0 IP-LOCAL
[admin@titik.org] > /ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=x.y.z.gw
[admin@titik.org] > /ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY-STATE GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 A S 0.0.0.0/0 reachable x.y.z.gw 1 IP-PUBLIC
0 ADC x.y.z.168/29 x.y.z.pub 0 IP-PUBLIC
1 ADC 192.168.100.0/24 192.168.100.1 0 IP-LOCAL
5. Test Ping Gateway
[admin@titik.org] > /ping x.y.z.gw
x.y.z.gw 64 byte ping: ttl=64 time=1 ms
x.y.z.gw 64 byte ping: ttl=64 time=1 ms
x.y.z.gw 64 byte ping: ttl=64 time=1 ms
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 1/1.0/1 ms
6. Setting DNS
[admin@titik.org] > /ip dns print
primary-dns: 0.0.0.0
secondary-dns: 0.0.0.0
allow-remote-requests: no
max-udp-packet-size: 512
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 4KiB
[admin@titik.org] > /ip dns set primary-dns=x.y.z.dns1 secondary-dns=x.y.z.dns2 allow-remote-requests=yes
[admin@titik.org] > /ip dns print
primary-dns: x.y.z.dns1
secondary-dns: x.y.z.dns2
allow-remote-requests: yes
max-udp-packet-size: 512
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 10KiB
7. Test Koneksi Ke Internet (contoh ping yahoo.com)
[admin@titik.org] > /ping yahoo.com
206.190.60.37 64 byte ping: ttl=48 time=300 ms
206.190.60.37 64 byte ping: ttl=48 time=299 ms
206.190.60.37 64 byte ping: ttl=48 time=316 ms
206.190.60.37 64 byte ping: ttl=48 time=316 ms
206.190.60.37 64 byte ping: ttl=48 time=311 ms
5 packets transmitted, 5 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 299/308.4/316 ms
8. Setingg NAT (Network address Translation)
[admin@titik.org] > /ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
[admin@titik.org] > /ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.100.0/24 action=src-nat to-addresses=z.y.z.pub
[admin@titik.org] > /ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat action=src-nat to-addresses=x.y.z.pub src-address=192.168.100.0/24
Setting PC CLIENT
9. Setting IP Address client
Setting IP Adress Client
Setting IP Adress Client
IP Address : 192.168.100.2
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.100.1
DNS : 192.168.100.1
10. Test koneksi dengan ping ke Router, Gateway, DNS dan yahoo.com
- Ping Router
Perk1z:~ herman$ ping 192.168.100.1
PING 192.168.100.1 (192.168.100.1): 56 data bytes
64 bytes from 192.168.100.1: icmp_seq=0 ttl=64 time=0.360 ms
64 bytes from 192.168.100.1: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.257 ms
64 bytes from 192.168.100.1: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.254 ms
^C
— 192.168.100.1 ping statistics —
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 0.254/0.290/0.360/0.049 ms
- Ping Gateway
perk1z:~ herman$ ping x.y.z.gw
PING x.y.z.gw (x.y.z.gw): 56 data bytes
64 bytes from x.y.z.gw: icmp_seq=0 ttl=63 time=1.813 ms
64 bytes from x.y.z.gw: icmp_seq=1 ttl=63 time=1.538 ms
64 bytes from x.y.z.gw: icmp_seq=2 ttl=63 time=1.368 ms
^C
— x.y.z.gw ping statistics —
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 1.368/1.573/1.813/0.183 ms
- Ping DNS
perk1z:~ herman$ ping x.y.z.dns1
PING x.y.z.dns1 (x.y.z.dns1): 56 data bytes
64 bytes from x.y.z.dns1: icmp_seq=0 ttl=62 time=1.437 ms
64 bytes from x.y.z.dns1: icmp_seq=1 ttl=62 time=3.945 ms
64 bytes from x.y.z.dns1: icmp_seq=2 ttl=62 time=1.576 ms
^C
— x.y.z.dns1 ping statistics —
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 1.437/2.319/3.945/1.151 ms
- Ping Yahoo
perk1z:~ herman$ ping yahoo.com
PING yahoo.com (206.190.60.37): 56 data bytes
64 bytes from 206.190.60.37: icmp_seq=0 ttl=47 time=303.308 ms
64 bytes from 206.190.60.37: icmp_seq=1 ttl=47 time=309.105 ms
64 bytes from 206.190.60.37: icmp_seq=2 ttl=47 time=306.238 ms
^C
— yahoo.com ping statistics —
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 303.308/306.217/309.105/2.367 ms
Semoga Bermanfaat ^_^

sumber : http://www.titik.org/10-langkah-setting-router-sederhana-menggunakan-mikrotik.asp

cara supaya Wifi mempunyai jangkauan luas.

Cara buat wifi agar supaya jauh. Saya akan mencoba menjawab menurut pengertahuan yang saya miliki (versi saya). Tulisan ini saya batasi pada kasus WiFi sebagai Access Point (AP) dan digunakan untuk melayani pengguna secara langsung (misal Laptop). Namun sebelum menjawab hal tersebut sebaiknya perlu diketahui beberapa karakteristik WiFi  yang memiliki keterbatasan antara lain :
  • WiFi mempunyai daya yang terbatas
  • WiFi memiliki Kanal Frekuensi yang terbatas dan digunakan secara umum (bebas)
  • WiFi mensyaratkan LoS (tidak terhalang)  supaya komunikasi lebih Optimal
  • Semakin kecil sinyal yang diterima, semakin kecil juga bandwidth (throughput) yang didapatkan.
Tentang WiFi AP
Sebuah WiFi AP merupakan sebuah perrangkat elektronik yang bisa menerima dan memancarkan sinyal secara bersamaan, meskipun sebenrany buka Full duplex. Perangkat Eketronis WiFi memiliki kemapuan pancar (satuan dalam miliwatt atau dB) dan juga mempunyai sensitifitas penerimaan (biasanya dalam -dBi). Semua parangkat WiFi dipasaran bisa saling terhubung meskipun beda Merk (Brand) karena memiliki kesamaan standar yaitu IEEE 802.11 a/b/g/n.
Bagian Vital lain dari WiFi AP adalah Antena ada banyak jenis antena yang digunakan, umunya WiFi AP indoor sudah disertai Antena Omni (indoor) dengan kekuatan (gain) kecil. Namun ada juga yang disertai dengan Antena  jenis lain seperti Antena Flat Panel. Antena mempunyai karakteriskti dan pola pancar sendiri sehingga akans angat mempengaruhi pancaran dari Wifi.
Kemapuan Pancar dan Terima Sebuah WiFi AP
Sebuah WiFi Access Point dengan antena bawaan (Omni Indoor) biasanya antara 5-7 dBi umunya hanya bisa menjangkau pengguna Laptop secara baik pada jarak antara 50-150 meter. Beberapa kasus bisa lebih jauh  jika tidak terhalang dan tidak banyak gangguan sinyal lain (Interferensi). Beberapa AP mempunyai antena Internal Flat panel / Sectoral / pengarah bisa memancar lebih jauh namun hanya kearaj tertentu saja.
Selain WIfi yang memiliki keterbatasan, Laptop kita yang menggunakan WiFi juga memiliki keterbatasan yang sama karena prinsipnya WiFi di laptop kita selain menerima sinyal juga akan memancarkan sinyal. Laptop memiliki keterbatasan daya, kerterbatasan sensitifitas (kepekaan) dan keterbatasan gain (Penguatan) antena. Antena WiFi di Laptop kita umunya terletak di dekat LCD monitor (tidak terlihat dari luar).
Bagaimana supaya Jangkauan sebuah AP bisa jauh
Jika kita hanya menggunakan sebuah AP untuk melayani sebuah Area tertentu supaya hasil pancara maksimal ada beberapa cara untuk mengoptimalkan pacaran.
  • Gunakan AP yang berdaya cukup besar, dipasaran banyak AP yang memiliki daya antar 200 -600 mWatt. Beberapa AP murah yang memiliki daya besar tidak tahan digunakan untuk periode waktu yang lama. Pengaturan daya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, daya tidak harus selalu dimaksimalkan.
  • Tambahkan Antena sesuai pola pancar yang dikehendaki, misalkan Omnidirectional, Sectoral atau Directional.
  • Gunakan Antena dengan gain yang besar, namun ada yang perlu diperhatikan. Banyak Merk Antena ada yang murah memiliki Gain besar (namun prakteknya kurang bagus). Contoh Merk Antena yang sudah diakui adalah Hyperlink (L-com).
  • Posisikan AP + Antenna pada tempat yang pas (optimal) untuk bisa menjangkau area yang diharapkan. Dengan pertimbangan utama LoS dan pertimbangkan pola radiasi (pola pancar antena).
Bagaimana Solusinya supaya Jauh secara Luas Laptop
Lalu bagaimana supaya WiFi bisa diterima secara lansung dengan Laptop pada area yang luas, seperti kita menggunakan HP (dimana-mana da sinyal)? Dengan meilihat karakteristik WiFi ada hal yang tidak mungkin dilakukan untuk mengcover area yang luas hanya dengan sebuah WiFi AP.
Model yang (bagus) digunakan adalah Mesh Network yaitu menggunakan banyak AP yang diletakan secara tersebar sesuai cakupan yang diharapkan. AP-AP ini terhubung tanpa kabel,  menggunakan Wireless sebagai Link Utamanya. Model ini mirip dengan menaruh banyak BTS (Base Transmission Station). Namun adopsi teknologi Mesh saat ini sepertinya baru dimiliki oleh AP yang berherga mahal seperti Motorola (motoMesh)
Solusi yang mirip dengan Mesh Network adalah menggunakan AP dengan Mode Repeater (Universal Repeater) atau AP dengan Model WDS (Wireless Distribution System). Model ini lebih murah namun tidak sehandal Mesh Network, namun menurut saya sudah cukup untuk mengcover area yang luas asalkan di design dan di aplikasikan secara benar.

Artikel Terpopuler